PINRANG – Kader Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Gowa (PD IPM Gowa), Muh Ihdin Khair , terpilih sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Selatan (PW IPM Sulsel) dalam Musyawarah Wilayah (Musywil) XXV Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Selatan di Kabupaten Pinrang, Ahad, 12 Juli 2026. Keputusan tersebut ditetapkan melalui rapat tertutup 13 anggota formatur sebagai bagian dari penyusunan kepengurusan IPM Sulsel periode mendatang.
Penetapan Muh Ihdin Khair sebagai Sekretaris Umum menjadi bagian dari hasil forum permusyawaratan tertinggi pelajar Muhammadiyah di Sulawesi Selatan yang bertujuan menyusun kepemimpinan baru sekaligus menentukan arah gerakan organisasi untuk satu periode ke depan. Melalui mekanisme musyawarah formatur, IPM Sulsel menetapkan struktur inti organisasi sebelum melengkapi susunan kepengurusan pada rapat formatur berikutnya.
Selain memilih Muh Ihdin Khair sebagai Sekretaris Umum, rapat formatur juga menetapkan Fahrul Dason sebagai Ketua Umum, Sri Wahyuni Akil sebagai Bendahara Umum, dan Akram Saharuddin sebagai Ketua Bidang Organisasi. Sementara itu, komposisi kepengurusan bidang lainnya akan dirumuskan lebih lanjut dalam rapat formatur kedua.
Muh Ihdin Khair menyebut Musywil bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum penting yang mempertemukan seluruh kader IPM dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk merumuskan gagasan dan menentukan arah gerakan organisasi selama satu periode kepengurusan.
“Musywil menjadi momentum perjumpaan seluruh kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah se-Sulawesi Selatan sebagai titik balik untuk memberikan ide, gagasan, dan menentukan arah gerakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Selatan satu periodesasi ke depan,” ujar Muh Ihdin Khair.
Ia menegaskan bahwa IPM harus mampu menjadi organisasi yang relevan terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai dasar Muhammadiyah. Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelajar saat ini menuntut organisasi memiliki arah gerakan yang adaptif sekaligus tetap berlandaskan nilai keislaman.
“Ikatan Pelajar Muhammadiyah diharapkan menjadi kendali zaman sebagai wadah bertumbuh bagi pelajar yang tidak luput dari perkembangan zaman namun tidak hilang dari nilai-nilai amar makruf nahi mungkar,” katanya.
Lebih lanjut, Muh Ihdin Khair berharap formatur yang telah diberi amanah mampu bekerja secara kolektif untuk memperkuat eksistensi organisasi. Ia menilai kepengurusan baru harus mampu menghadirkan paradigma gerakan yang sesuai dengan perkembangan zaman agar IPM tetap menjadi organisasi pelajar yang berpengaruh.
“Harapan ke depan, formatur yang terpilih betul-betul mampu menjadi motorik arah gerakan Ikatan Pelajar Muhammadiyah satu periodesasi ke depan dengan paradigma dan perkembangan zaman yang ada, sehingga IPM tidak kehilangan eksistensi dan esensinya,” ungkapnya.
Muh Ihdin Khair juga menekankan bahwa pembaruan gagasan harus menjadi bagian dari proses kaderisasi IPM. Ia berpandangan organisasi perlu terus melahirkan inovasi agar mampu menjawab kebutuhan pelajar sekaligus memperkuat perannya sebagai organisasi otonom Muhammadiyah.
Berdasarkan riwayat hidupnya, Muh Ihdin Khair merupakan alumnus MA Muhammadiyah Datarang dan menyelesaikan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar pada 2026. Sebelum terpilih di tingkat wilayah, ia menjabat sebagai Ketua Umum PD IPM Gowa periode 2023–2025 serta aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan.
Pengalaman organisasi tersebut menjadi bekal dalam mengemban amanah di tingkat provinsi. Selama berproses di Muhammadiyah, ia pernah mengisi sejumlah posisi kaderisasi mulai dari tingkat ranting, cabang, daerah hingga organisasi kemahasiswaan, yang menunjukkan rekam jejak kepemimpinan sejak masa pelajar.
Musywil XXV IPM Sulawesi Selatan diharapkan menjadi titik awal konsolidasi kepengurusan baru dalam menjalankan program kerja yang berorientasi pada penguatan kader, peningkatan kualitas pelajar, serta pengembangan gerakan IPM yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan struktur inti yang telah terbentuk, rapat formatur lanjutan akan menjadi agenda berikutnya untuk melengkapi susunan kepengurusan dan memastikan roda organisasi berjalan efektif selama satu periode mendatang.







Tinggalkan Balasan