Sampai dengan bulan April 1941, saat berlangsungnya konferensi Daerah Muhammadiyah Sulawesi Selatan yang ke-16 di Sulawesi Selatan telah terbentuk 6 (enam) cabang dan 81 Group (ranting), di antara ranting tersebut adalah Ranting Moncobalang (Radjab, 1999:66). Artinya sebelum tahun 1941 Muhammadiyah Ranting Moncobalang secara de facto telah berdiri di daerah Gowa dan diakui keberadaannya oleh pengurus Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Senada dengan itu Muhammad Nur Daeng Tola (wawancara, 11 Maret 2006) menegaskan bahwa sekitar tahun 1938 di Tompobalang telah ada masjid Muhammadiyah yang dijadikan sebagai tempat beribadah dan pengajian bagi warga Muhammadiyah kala itu. Namun secara administratif melalui Surat Ketetapan Pengurus Muhammadiyah Tjabang Sungguminasa bernomor 1738/B, tanggal 17 Rabiul Achir 1383 bertepatan 5 September 1963, menetapkan dan mengaku sah berdirinya Ranting Muhammadiyah Montjobalang (arsip:1963). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa, walaupun secara de jure Muhammadiyah ranting Moncobalang diakui pada tahun 1963, namun jauh sebelumnya secara de facto telah ada di Moncobalang.
Seperti halnya dengan kegiatan-kegiatan pengurus Muhammadiyah di daerah lain, pengurus Muhammadiyah di Moncobalang pun tidak lepas dari gerakan dakwah. Baik melakukan pengajian di daerahnya atau pun mengikuti kegiatan dakwah di luar daerah binaannya.
Kondisi masyarakat Moncobalang yang tak lepas pula dari tradisi leluhur, menjadi tantangan bagi muballigh Muhammadiyah dalam melakukan pemurnian aqidah (Muhammad Nur Daeng Tola, 11 Maret 2006). Dalam perkembangannya Muhammadiyah Moncobalang yang eksis selama 30 tahun, kemudian meningkatkan status ranting menjadi Cabang Muhammadiyah yang kemudian ditindaklanjuti dengan menggelar rapat pengurus dengan agenda pokok: pertama masalah pengusulan Ranting Muhammadiyah Moncobalang menjadi Cabang Muhammadiyah Moncobalang, kedua membicarakan rencana pendirian Muallimin Muhammadiyah Moncobalang. Pada tanggal 21 April 1968 dibentuklah Pengurus Persiapan Cabang Muhammadiyah Moncobalang, sebagaimana tercantum dalam notulen rapat dan pemilihan sebagai berikut:
-
Penasehat Kepala Desa/Imam Desa
-
Ketua Umum M. Siama 57 suara
-
Ketua I M. Ladja 11 suara
-
Sekretaris I Syamsuddin 62 suara
-
Sekretaris II M. Nadja 6 suara
-
Bendahara I Abu Bakar B 40 suara
-
Bendahara II Hamandja 30 suara
-
Pembantu Tiap-tiap Pimpinanan Ranting
-
Anggota/Ketua Bahagian Pemuda I . Mala
-
Anggota/Ketua Bahagian Aisjiah St. Kamariah
-
Anggota/Ketua Bahagian N.A St. Subaedah
-
Anggota/Ketua Bahagian Pendidikan Pengetahuan M. Jahja A.K
-
Anggota/Ketua Bahagian Kokam N. Said
-
Anggota/Ketua Bahagian Da’wah M. Dg Mangung
-
Anggota/Ketua Bahagian IIM L. Dg Tompo
-
Anggota/Ketua Bahagian Hikmah Makkaraus
-
Anggota/Ketua Bahagian Ekonomi Hamandja
-
Anggota/Ketua Bahagian IPM Syarifuddin
-
Anggota/Ketua Bahagian ISBM M. latif
-
Anggota/Ketua Bahagian PKU Abu Bakar
-
Seksi Peralatan
-
Hawisa
-
Sahalan
-
Bau
-
Nurdin
-
Halawiyah
-
Seksi Olah Raga
-
Ramli
-
N. Said
-
Latif
-
Seksi Pengerahan Massa Tiap-tiap Ketua Ranting
-
Seksi Keputerian St. Nur Alam
Setelah Pengurus tersebut terbentuk, Pengurus Muhammadiyah Persiapan Moncobalang mengirimkan surat permintaan menjadi cabang Muhammadiyah pada tanggal 2-Mei-1968 dengan nomor surat A-3 / 1968 ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Yogyakarta. (Arsip:1963)
Untuk selanjutnya setelah Pimpinan Pusat mendapat persetujuan dari pengurus Muhammadiyah Cabang Sungguminasa dengan nomor A-15/1968, tanggal 02 Mei 1968 dan Pengurus Muhammadiyah Wilayah Sulsel A-125/1968 tanggal 14 Mei 1968 (Arsip: 1968). Oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang saat diketahui oleh A.R Fachruddin dan Jindar Tamimi sebagai sekretaris memberikan surat ketetapan nomor 2654/A tanggal 14 Rabiul Awal 1388 bertepatan dengan 10 Juni 1968 (Arsip:1968). Sah dan disetujui berdirinya Pengurus Muhammadiyah Cabang Moncobalang.
Adapun susunan Pengurus Cabang Aisyiyah Moncobalang tahun 1968 adalah sebagai berikut:
-
Ketua I Kamariah
-
Ketua II Daeng Nginga
-
Sekretaris I Badisah S.
-
Sekretaris II Hamsinah
-
Bendahara I Hasiah Padja
-
Bendahara II S. Daeng Ngai
-
Pembantu
-
H. Daeng Tanang
-
Sahalang
-
Halawiyah
(Arsip:1968)
Sementara untuk Pengurus Nasyiatul Aisyiyah Cabang Moncobalang adalah:
-
Ketua I ST. Subaedah
-
Ketua II ST. Nuralam
-
Sekretaris I Sahariah
-
Sekretaris II Hasnah B.
-
Bendahara I Hasnah B.
-
Bendahara II Nuralam (Bontoa)
-
Pembantu
-
Kamariah
-
Munirah
-
Rahmajinah
(Arsip:1968)
Mengenai Rencana Pengurus Muhammadiyah Cabang Moncobalang untuk mendirikan Muallimin, dalam rapat yang diadakan pada tanggal 21 April 1968 itu juga, maka yang saat itu menjadi pimpinan rapat mengemukakan bahwa “persoalan muallimin adalah merupakan kewajiban para anggota Muhammadiyah” dengan untuk pembinaannya dan muallimin merupakan syarat mutlak bagi suatu ranting atau cabang muhammadiyah”dari hal itulah para pengurus Muhammadiyah Cabang Moncobalang sangat serius dalam keinginannya untuk mendirikan Muallimin Muhammadiyah Moncobalang.
Sebenarnya, persoalan Muallimin tersebut, telah lama diagendakan oleh pengurus Muhammadiyah di Moncobalang, bahkan panitia Muallimin ketika itu telah terbentuk, Panitian Muallimin inilah yang kemudian memutuskan bahwa persoalan honor guru dibebankan kepada tiap-tiap rumah untuk membayar Rp. 250,- (dua ratus lima puluh rupiah) tiap bulan dan untuk pembangunan gedung ditangani sendiri oleh para anggota Muhammadiyah (Arsip:1968) sehingga terkesanlah bahwa Muallimin tersebut didukung penuh oleh masyarakat umum.
Akhirnya setelah mengalami proses yang tidak terlalu lama, Muallimin Muhammadiyah moncobalang dapat didirikan pada tahun 1968 dengan memakai tanah milik Saugi yang diganti tanah Anrong Guru (Tanah pemerintah), adapun Muallimin tersebut dibina oleh Muh. Nur Daeng Tola sebagai kepala sekolah, dibantu oleh Syarifuddin, Rustam, Abdul Rahman, Nirmala, Yahya, dan Darwin Sebagai Guru, (Muhammad Nur Daeng Tola, 11 Maret 2006). Dengan demikian semakin besarlah peranan Muhammadiyah Moncobalang terhadap masyarakat di daerah tersebut.
Sumber:
Mentari Bersinar di Gowa
Menelusuri jejak kehadiran Muhammadiyah di Gowa Tahun 1928-1968
Oleh Basri B Mattayang
