Gerakan Satu Tangan Lima Kue Semarakkan Pengajian Muhammadiyah Gowa

GOWA — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gowa mengajak seluruh warga dan partisipan Muhammadiyah di Kabupaten Gowa untuk menyukseskan agenda Pengajian Terpadu Muhammadiyah melalui Gerakan Satu Tangan Lima Kue. Ajakan tersebut disampaikan pada pengajian rutin yang digelar pada ahad, 14 Juni 2026 di Pusat Dakwah Muhammadiyah Gowa sebagai upaya meningkatkan partisipasi jamaah dan memperkuat semangat kebersamaan di lingkungan Muhammadiyah.

Gerakan Satu Tangan Lima Kue diperkenalkan sebagai bentuk kontribusi sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap warga Muhammadiyah untuk mendukung kelancaran kegiatan pengajian. Melalui gerakan ini, peserta diharapkan membawa sedikitnya lima kue atau makanan ringan untuk dinikmati bersama dalam suasana kekeluargaan.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gowa, H. Syahrir Rajab, mengatakan bahwa gerakan tersebut lahir dari semangat gotong royong yang selama ini menjadi salah satu nilai utama dalam persyarikatan Muhammadiyah.

“Gerakan ini dilakukan untuk sama-sama menggembirakan pengajian Muhammadiyah dan menjadi bentuk semangat gotong royong Muhammadiyah,” kata Syahrir Rajab.

Menurut Syahrir, keterlibatan aktif warga dalam kegiatan pengajian tidak hanya diukur dari jumlah kehadiran, tetapi juga dari kontribusi nyata yang dapat memperkuat kebersamaan antarjamaah. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen Muhammadiyah untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut.

Ia menegaskan bahwa Gerakan Satu Tangan Lima Kue bukan sekadar upaya menyediakan konsumsi dalam kegiatan pengajian. Lebih dari itu, gerakan tersebut diharapkan mampu membangun rasa memiliki terhadap program-program Muhammadiyah di tingkat daerah.

“Melalui gerakan ini, kita ingin menghadirkan suasana pengajian yang lebih hidup, lebih meriah, dan lebih membahagiakan bagi seluruh peserta,” ujar Syahrir.

Syahrir menjelaskan bahwa keberhasilan berbagai agenda Muhammadiyah sangat bergantung pada partisipasi kolektif warga persyarikatan. Karena itu, ia menilai setiap bentuk kontribusi, sekecil apa pun, memiliki nilai penting dalam mendukung keberlangsungan kegiatan organisasi.

Syahrir menyebut istilah “lima” dipilih karena memiliki makna yang dekat dengan budaya lokal. Dalam Bahasa Makassar, kata “lima” berarti tangan apabila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Pemilihan nama gerakan tersebut diharapkan mudah diingat dan mampu mendorong partisipasi yang lebih luas dari warga Muhammadiyah. Melalui Gerakan Satu Tangan Lima Kue, PDM Gowa berharap Pengajian Terpadu Muhammadiyah dapat berlangsung semakin meriah, mempererat kebersamaan, serta memperkuat semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai utama dalam gerakan Muhammadiyah.

Pengajian Terpadu Muhammadiyah sendiri merupakan agenda rutin bulanan yang diselenggarakan oleh PDM Gowa. Kegiatan tersebut menjadi wadah pembinaan keagamaan, penguatan ideologi Muhammadiyah, serta sarana mempererat silaturahmi antarwarga Muhammadiyah di Kabupaten Gowa.

Dalam pelaksanaannya, lokasi pengajian dilakukan secara bergiliran. Selain dipusatkan di Pusat Dakwah Muhammadiyah Gowa, kegiatan tersebut juga dilaksanakan di cabang-cabang Muhammadiyah yang telah ditunjuk oleh PDM Gowa.

PDM Gowa menilai pola pelaksanaan bergilir tersebut mampu menjangkau lebih banyak warga Muhammadiyah di berbagai wilayah. Dengan demikian, semangat dakwah dan pembinaan organisasi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh anggota dan simpatisan Muhammadiyah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *