Secara geografis, sebenarnya sejak dahulu, Barembeng dan Allu merupakan bahagian wilayah dari Bontonompo. Namun sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa sejarah perkembangan Muhammadiyah di wilayah tersebut diawali di daerah Barembeng sehingga dengan sendirinya Barembeng tampil sebagai motivator dan pemrakarsa atas berdirinya dua Cabang Muhammadiyah di wilayah Bontonompo.
Kehadiran Muhammadiyah sendiri di Bontonompo pertama muncul dan berdiri di Likuboddong (salah satu wilayah di daerah Bontonompo) sekitar tahun 1960. Status Muhammadiyah dikala itu adalah masih bersifat ranting, dan susunan pengurus sebagaimana disebutkan oleh Pada’alla Daeng Liwang (wawancara 7 Maret 2006) sebagai berikut :
Adapun orang-orang yang menjadi pengurus pertama Ranting Muhammadiyah di Likuboddong yaitu:
-
Ketua Abdul Ghafur Daeng Taba
-
Wakil Ketua Mallewai Daeng Tutu
-
Sekretaris Padalla’ Daeng Liwang
-
Bendahara Abdul Hamid Daeng Sikki
-
Anggota
-
Muhammad Nur Daeng Tayang
-
Zainuddin Daeng Majja
-
Muhammad Idris Daeng Tika
-
Hasan daeng Bantang
-
Tana’ Daeng Nai
-
Makkuraga Daeng Se’re
Ranting tersebut dilantik oleh Umar Baya Pengurus Muhammadiyah Cabang Sungguminasa pada tanggal 13 Agustus 1960. Kehadiran Muhammadiyah Ranting Bontonompo khususnya Ranting Likuboddong merupakan rahmat tersendiri bagi daerah tersebut. Mengingat sebelum kehadiran Muhammadiyah, di Likuboddong dan beberapa daerah di Bontonompo merupakan daerah yang sangat terbelakang dari pemahaman agama Islam secara murni, disisi lain kondisi di Likuboddong yang banyak terdapat “Palongtang” (produksi tuak/Ballo), (Padalla’ Daeng Liwang, 7 Maret 2006) sangat rawan dengan kejahatan. Dan tentunya hal tersebut menimbulkan instabilitas dalam kehidupan bermasyarakat di Bontonompo khususnya di wilayah Likuboddong.
Walaupun di atas telah disebutkan bahwa pada tahun 1960 Muhammadiyah Ranting Likuboddong telah ada dan berdiri secara Resmi, namun harus diyakini bahwa, sebelum tahun tersebut Muhammadiyah telah ada. Hal ini diyakini karena sebagaimana kelaziman dalam organisasi Muhammadiyah, bahwa salah satu persyaratan untuk mendirikan group atau ranting adalah memiliki amal usaha nyata. Sehubungan dengan itu Padalla’ Daeng Liwang mengemukakan bahwa sekitar tahun 1953 telah ada Masjid Muhammadiyah di Likuboddong dengan memakai tanah hak pakai dari Paganyu.
Sepertinya dalam proses perkembangan Muhammadiyah di Bontonompo, Likuboddong menjadi sangat berperan. Hal ini dapat dibuktikan karena dari fakta sejumlah yang ada di Likuboddong Lah pertama berdiri amal usaha Muhammadiyah. Bahkan dua tahun setelah terbentuk ranting, sekitar tahun 1962 pengurus Ranting Muhammadiyah berhasil mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Likuboddong dengan mengangkat Padalla’ Daeng Liwang sebagai kepala sekolah, dibantu Hajiju, Hasan Bantang dan Syamsuddin Situ sebagai guru pada sekolah tersebut. (Padalla’ Daeng Liwang, 7 Maret 2006) bahwa lewat motivasi dan prakarsa pengurus Ranting Likuboddong, Muhammadiyah sekitar tahun 1964 berhasil pula mendirikan Ibtidaiyah Muhammadiyah Bonto Langkasa dengan kepala sekolah pertama ketika itu adalah Mallapassai Daeng Leo (Muhiddin Asis Daeng Lurang, 4 Maret 2006). Sehingga wajarlah kalau diinterpretasi bahwa Muhammadiyah Ranting Likuboddong merupakan cikal-bakal dari berdirinya Muhammadiyah Cabang di Bontonompo.
Dalam perkembangan selanjutnya, setelah sekitar 7 tahun resmi berdiri ranting Muhammadiyah di Bontonompo (Ranting Likuboddong), pada tanggal 29 Juli 1967 resmi berdiri Muhammadiyah Cabang Bontonompo dengan surat ketetapan Pusat Muhammadiyah nomor 2.523/1967 (Laporan PWM Sulsel 1991). Sebagai pengurus pertama dalam Muhammadiyah Cabang Bontonompo saat itu adalah sebagai berikut :
-
Ketua Mallingkai Daeng Nyonri
-
Sekretaris Hasyim Gassing
-
Bendahara Daeng Kawang
-
dibantu anggota diantaranya Bangsawan Daeng Lira dan Pada’alla Daeng Liwang
