Gowa — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Borimatangkasa bekerja sama dengan Pengurus Masjid Nurul Iman Tanabangka menggelar Pengajian Rutin bertema Ibadah Kurban di Masjid Nurul Iman Tanabangka, Ahad, 24 Mei 2026. Kegiatan yang menghadirkan Ustaz KH Salahuddin Abd Rahman, Lc. sebagai pemateri itu diikuti pimpinan cabang, pimpinan ranting, organisasi otonom (Ortom), pengurus masjid, dan jamaah sebagai upaya memperkuat syiar Islam serta pembinaan umat.
Dalam pemaparannya, KH Salahuddin Abd Rahman menjelaskan bahwa ibadah kurban memiliki makna yang luas, tidak hanya sebagai pelaksanaan syariat, tetapi juga sebagai sarana membangun ketakwaan dan kepedulian sosial. Menurutnya, kurban menjadi wujud penghambaan seorang muslim kepada Allah SWT.
“Hikmah ibadah kurban yang pertama adalah sebagai ungkapan syukur atas nikmat Allah SWT,” kata KH Salahuddin Abd Rahman. Ia menegaskan bahwa rasa syukur tersebut diwujudkan melalui ketaatan dan kesediaan berbagi dengan sesama, terutama mereka yang membutuhkan.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa ibadah kurban mengandung pesan moral yang mendalam. “Menyembelih hewan kurban juga mengandung makna menyembelih sifat binatang yang ada pada diri manusia,” ujarnya. Secara tidak langsung, ia menerangkan bahwa kurban mengajarkan pengendalian hawa nafsu dan pembentukan akhlak yang lebih baik.
KH Salahuddin juga menegaskan pentingnya memaknai kurban sebagai amalan yang dicintai Allah SWT. “Berkurban adalah amalan yang dicintai oleh Allah SWT dan menjadi salah satu bentuk ketaatan seorang muslim,” katanya. Ia menambahkan bahwa nilai utama kurban terletak pada keikhlasan dan ketakwaan pelakunya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Borimatangkasa sekaligus Pengurus Masjid Nurul Iman Tanabangka, H. Muslimin Mile, S.Ag., menjelaskan bahwa pengajian rutin tersebut merupakan agenda yang dilaksanakan secara berkelanjutan. “Pengajian rutin PCM Borimatangkasa dilakukan setiap dua kali sebulan, pada Ahad kedua dan keempat setelah salat Magrib, dipergilirkan dari masjid ke masjid dalam wilayah PCM Borimatangkasa,” ujarnya.
Menurut H. Muslimin Mile, pola pelaksanaan secara bergilir bertujuan memperluas jangkauan dakwah dan menghidupkan aktivitas keagamaan di seluruh masjid dalam wilayah PCM Borimatangkasa. Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat semangat berorganisasi dan mempererat hubungan antarwarga Muhammadiyah.
Ia menambahkan bahwa pengajian rutin memiliki sejumlah tujuan penting, yakni sebagai media syiar Islam dan pemerataan dakwah, memperkuat ukhuwah, serta menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat. Melalui kegiatan ini, PCM Borimatangkasa terus mendorong peran aktif masjid dalam kehidupan masyarakat.
Setelah sesi pengajian berakhir, peserta melanjutkan kegiatan dengan makan bersama sambil menikmati berbagai kue dan hidangan yang disiapkan pengurus masjid. Suasana hangat tersebut dimanfaatkan untuk berdiskusi mengenai sejumlah program dakwah, penguatan organisasi, serta agenda kegiatan yang akan dilaksanakan di lingkungan PCM Borimatangkasa.
Melalui pengajian rutin ini, PCM Borimatangkasa berharap pemahaman keagamaan masyarakat semakin meningkat dan semangat kebersamaan antarwarga Muhammadiyah terus terjaga. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari komitmen persyarikatan dalam memperluas dakwah dan menguatkan peran masjid di tengah masyarakat.







Tinggalkan Balasan