Sekitar 1.000 jamaah menghadiri Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Al-Ikhlas Barembeng, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Rabu, 27 Mei 2026. Bertindak sebagai khatib, Muhammad Rizal, S.H., Dg. Ngadang yang merupakan Sekretaris Majelis Tabligh sekaligus Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Limbung.
Salat Id dimulai pukul 07.00 Wita dengan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Dalam khutbahnya, Muhammad Rizal mengangkat tema “Hikmah Mendalam dari Kisah Nabi Ibrahim AS Saat Akan Mengorbankan Putranya, Ismail AS” sebagai pengingat pentingnya ketaatan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Muhammad Rizal menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan bentuk kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT. “Qurban adalah perintah Allah SWT dan sunnah Nabi Muhammad SAW semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah SWT,” ujar Muhammad Rizal dalam khutbahnya.
Ia menjelaskan, tujuan utama kurban ialah memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurut dia, daging kurban harus menjadi sarana berbagi kepada fakir miskin, tetangga, dan sesama umat Islam agar semua dapat merasakan kebahagiaan pada hari raya.
“Tujuan qurban itu sendiri adalah untuk saling berbagi kepada fakir miskin, tetangga, dan umat muslimin agar mereka juga dapat merasakan nikmatnya daging qurban,” katanya. Ia menambahkan, kebersamaan antara masyarakat kaya dan miskin perlu terus dijaga melalui semangat berbagi dan solidaritas sosial.
Dalam khutbahnya, Muhammad Rizal juga mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT tidak ditentukan oleh harta maupun jabatan. “Allah tidak menilai seseorang dari harta, pangkat, kedudukan, dan jabatannya, tetapi Allah menilai dari taqwa seorang hamba,” tuturnya.
Ia kemudian mengutip firman Allah SWT, “Inna akramakum indallahi atqakum,” yang berarti orang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa. Menurut dia, ketakwaan merupakan bekal terbaik yang harus dipersiapkan setiap Muslim dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Selain menyampaikan pesan tentang ketakwaan, khatib juga mengajak jamaah menjaga persatuan umat Islam. Ia menilai Iduladha menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi dan saling memaafkan di tengah masyarakat.
“Hari ini adalah hari kemenangan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Hendaknya kita saling memaafkan dan menjaga kebersamaan, silaturrahmi serta persatuan di antara kaum muslimin,” ujar Muhammad Rizal di hadapan jamaah.
Sejumlah jamaah tampak mengikuti rangkaian Salat Id hingga khutbah berakhir dengan tertib. Panitia pelaksana juga memastikan pelaksanaan ibadah berlangsung lancar sejak kedatangan jamaah hingga selesai kegiatan.
Pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Al-Ikhlas Barembeng tahun ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah warga Bontonompo dan sekitarnya. Melalui pesan-pesan khutbah yang disampaikan, jamaah diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat berbagi, memperkuat ketakwaan, serta menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.







Tinggalkan Balasan