GOWA — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Gowa bersama Muhammadiyah Learning Center (MLC) Muhammadiyah Sulawesi Selatan mengunjungi seorang mualaf, Octavianus Lamanda, di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Senin, 1 Juni 2026 . Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari program pembinaan mualaf yang bertujuan memperkuat pemahaman keislaman dan mendampingi proses adaptasi para mualaf terhadap kehidupan beragama yang baru.
Kegiatan berlangsung di Je’netallasa, Pallangga, Gowa, setelah Octavianus sebelumnya mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk Islam di Masjid Nurul Izzah, Pallangga. Proses pengislaman itu dibimbing langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gowa, Ardan Ilyas.
Dalam kunjungan tersebut, Lazismu Gowa dan MLC tidak hanya bersilaturahim, tetapi juga memberikan pembinaan keislaman serta menyerahkan bantuan berupa paket kebutuhan kepada Octavianus. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mualaf menjalani masa transisi sekaligus memperkuat keyakinannya dalam mempelajari ajaran Islam.
Ketua Lazismu Gowa, Rama Muntu, mengatakan pembinaan terhadap mualaf merupakan bagian penting dari upaya dakwah dan pemberdayaan umat. Menurutnya, para mualaf membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar dapat menjalankan ajaran Islam dengan baik.
“Para mualaf memerlukan perhatian dan pendampingan agar mereka merasa nyaman serta mantap dalam menjalankan ajaran Islam. Karena itu, pembinaan harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” kata Rama Muntu.
Ia menegaskan bahwa Lazismu Gowa berkomitmen memperluas jangkauan program pembinaan mualaf di berbagai wilayah Kabupaten Gowa. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai unsur Muhammadiyah dan masyarakat.
“Kedepan kami berharap program pembinaan mualaf dapat dilakukan lebih masif lagi dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat,” ujar Rama.
Rama juga mengajak berbagai pihak untuk ikut mendukung program pembinaan mualaf agar keberlangsungannya dapat terjaga. Menurut dia, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memperkuat aspek pembinaan, pendidikan, dan pendampingan sosial bagi para mualaf.
“Kami berharap berbagai pihak dapat mendukung program pembinaan mualaf ini sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.
Rama menjelaskan bahwa pembinaan mualaf tidak hanya berfokus pada bantuan materi, tetapi juga pembentukan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan iman dan akhlak. Ia menilai pendekatan tersebut penting agar para mualaf dapat beradaptasi dengan baik dalam kehidupan keagamaan mereka.
Lazismu Gowa juga menyampaikan bahwa para mualaf termasuk kelompok yang berhak menerima zakat sesuai ketentuan syariat Islam. Karena itu, lembaga tersebut terus berupaya mengoptimalkan penghimpunan dan penyaluran dana zakat untuk mendukung program pembinaan yang berkelanjutan.
Selain memberikan bantuan langsung kepada Octavianus, tim pendamping turut memberikan penguatan akidah dan motivasi agar ia semakin mantap menjalani kehidupan sebagai seorang Muslim. Pendampingan seperti ini, menurut Lazismu, menjadi salah satu bentuk implementasi nyata kepedulian terhadap para mualaf.
Secara terpisah, Lazismu Gowa juga membuka kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pembinaan mualaf melalui donasi berupa uang, perlengkapan ibadah, maupun kebutuhan pokok. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada para mualaf yang membutuhkan di berbagai wilayah Kabupaten Gowa.
Melalui dukungan para donatur dan sinergi berbagai elemen Muhammadiyah, Lazismu Gowa berharap program pembinaan mualaf dapat berjalan secara berkelanjutan. Ke depan, program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak mualaf sehingga mereka memperoleh pendampingan yang memadai, baik dalam aspek keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.







Tinggalkan Balasan