Seleksi Peserta Pelatiahn Faslitato Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gowa

39 Peserta Ikuti Seleksi Fasilitator IPM Gowa di PUSDAM Gowa

MAKASSAR — Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Gowa menggelar tahapan Need Assessment bagi calon peserta Pelatihan Fasilitator dan Pendamping I (PFP I) pada Selasa–Rabu, 5–6 Mei 2026, di Pusat Dakwah Muhammadiyah (PUSDAM) Gowa. Kegiatan ini diikuti 39 peserta dari berbagai cabang di Kabupaten Gowa serta perwakilan dari Kota Makassar dan Luwu Utara.

Seleksi ini bertujuan mengukur kesiapan dan potensi calon fasilitator sebelum mengikuti pelatihan inti pada pertengahan Mei 2026. Proses dilakukan melalui tes berbasis komputer dan wawancara untuk menilai aspek pengetahuan umum, keislaman, kefasilitatoran, serta pemahaman Sistem Perkaderan IPM (SPI).

Ketua PD IPM Gowa, Muh. Ihdin Khair, menyatakan seleksi ini menjadi langkah awal untuk memastikan kualitas peserta yang akan mengikuti pelatihan lanjutan. “Seleksi calon peserta ini dilakukan sebagai upaya untuk melihat dan menilai kesiapan peserta untuk mengikuti forum pelatihan,” kata Ihdin dalam keterangannya.

Ia menambahkan, melalui proses seleksi ini, pihaknya berharap peserta yang dinyatakan lolos mampu memberikan kontribusi nyata bagi organisasi. “Harapannya melalui seleksi ini, peserta yang lulus forum PFP I mampu dan siap untuk memberikan kontribusi terbaik dan karya nyata di Kabupaten Gowa ke depannya,” ujarnya.

Master of Training PFP I, Salim Maula Abu Hudzaifah, menegaskan bahwa Need Assessment bukan sekadar tahap administratif. “Kegiatan ini bukan sekadar ujian teknis, melainkan langkah awal untuk memastikan bahwa para calon fasilitator yang terpilih nantinya adalah individu yang kompeten dan siap memberikan pengaruh nyata,” kata Salim.

Menurut Salim, proses seleksi dirancang secara komprehensif agar mampu memetakan kemampuan peserta secara objektif. Ia menjelaskan bahwa kombinasi tes tertulis dan wawancara menjadi instrumen penting untuk menilai kesiapan kader secara menyeluruh.

Kegiatan ini juga menjadi ruang awal untuk mengidentifikasi potensi kader dari berbagai daerah, termasuk peserta dari luar Kabupaten Gowa. Hal tersebut menunjukkan bahwa program kaderisasi IPM memiliki daya tarik yang luas dan relevan lintas wilayah.

Ke depan, PD IPM Gowa berharap peserta yang lolos seleksi dapat menjadi fasilitator yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman dalam dunia pendidikan dan organisasi pelajar. Proses kaderisasi ini diharapkan berlanjut pada pelatihan inti PFP I sebagai bagian dari upaya mencetak kader visioner dan berdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *