Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Gowa (PD IPM Gowa) menggelar kegiatan Pra Pelatihan Fasilitator Pendamping (PFP) 1 di Pusdam Gowa, Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti seluruh peserta PFP 1 sebagai tahap awal untuk mempersiapkan kader sebelum memasuki forum pelatihan fasilitator pendamping.
Pra PFP 1 dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapan, pemahaman, dan kapasitas peserta dalam menjalankan peran sebagai fasilitator pada proses perkaderan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali wawasan dasar tentang falsafah perkaderan, penguatan mental, serta tanggung jawab kader dalam mendukung keberlangsungan kaderisasi Muhammadiyah.
Dalam kegiatan itu, PD IPM Gowa menghadirkan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gowa, Arifuddin Abbas, sebagai pemateri utama. Ia menyampaikan materi bertema “Falsafah Perkaderan” yang menitikberatkan pada pentingnya peran fasilitator dalam menjaga keberlanjutan gerakan Muhammadiyah melalui kaderisasi yang terstruktur.
“Yang paling menentukan Muhammadiyah yang akan datang adalah fasilitator. Sejauh mana fasilitator mampu melakukan kaderisasi, maka sejauh itu pula Muhammadiyah akan berkembang,” kata Arifuddin Abbas saat menyampaikan materi kepada peserta.
Menurut Arifuddin, fasilitator memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter, pemahaman ideologi, dan kemampuan kepemimpinan kader IPM. Ia menilai proses kaderisasi tidak hanya berfokus pada transfer materi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk melanjutkan perjuangan persyarikatan.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas kader yang dibina sejak dini. Karena itu, peserta PFP 1 diminta untuk memahami nilai-nilai dasar perkaderan secara menyeluruh sebelum terlibat langsung dalam proses pendampingan kader.
“Kaderisasi bukan sekadar kegiatan formal, tetapi proses membentuk generasi penerus yang memiliki tanggung jawab moral dan semangat dakwah,” ujar Arifuddin.
PD IPM Gowa menjadikan Pra PFP 1 sebagai ruang pembinaan awal untuk memperkuat kesiapan peserta sebelum mengikuti pelatihan inti. Selain penguatan materi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kedisiplinan, kepemimpinan, dan kemampuan komunikasi peserta sebagai calon fasilitator pendamping.
Panitia pelaksana menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam sistem perkaderan IPM di tingkat daerah. Melalui forum tersebut, peserta diharapkan mampu memahami pola kaderisasi Muhammadiyah sekaligus menanamkan nilai keislaman dalam proses pembinaan pelajar.
Materi “Falsafah Perkaderan” dipilih karena dinilai relevan dengan kebutuhan kader IPM saat ini. Selain membahas konsep dasar kaderisasi, materi tersebut juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran ideologis dan loyalitas kader terhadap organisasi.
Sejumlah peserta mengikuti kegiatan dengan aktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab bersama pemateri. Mereka juga mendapatkan arahan terkait tanggung jawab fasilitator dalam mendampingi peserta perkaderan secara efektif dan berkelanjutan.
Salah seorang peserta menyebut kegiatan Pra PFP 1 memberikan pemahaman baru tentang pentingnya peran fasilitator dalam organisasi pelajar Muhammadiyah. Menurutnya, fasilitator bukan hanya pendamping forum, tetapi juga teladan yang harus mampu mencerminkan nilai-nilai keislaman dan kepemimpinan.
Melalui kegiatan Pra PFP 1 ini, PD IPM Gowa berharap seluruh peserta dapat mengikuti forum pelatihan dengan lebih matang dan siap menjalankan amanah perkaderan. Ke depan, organisasi tersebut menargetkan lahirnya fasilitator pendamping yang mampu memperkuat dakwah pelajar Muhammadiyah serta menjaga kesinambungan kaderisasi di Kabupaten Gowa.







Tinggalkan Balasan