Dalam notulensi kegiatan yang disusun oleh Muhammad Ramli A. Ewa, PCM Pattallassang menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan pengajian sebagai fondasi pembinaan umat. “Melanjutkan pengajian rutin malam Jumat tiap pekan dan pengajian terpadu rutin setiap bulan,” demikian salah satu poin hasil kesepakatan forum.
Program kedua yang menjadi perhatian adalah Silaturahmi Subuh. Melalui kegiatan ini, PCM Pattallassang bersama Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) akan meningkatkan kunjungan dan pembinaan ke masjid-masjid di seluruh ranting yang berada di wilayah Kecamatan Pattallassang.
Forum juga menyepakati pembentukan Korps Mubalig Kecamatan Pattallassang sebagai upaya memperluas jangkauan dakwah. “Membentuk Korps Mubalig Kecamatan Pattallassang melalui koordinasi erat dengan KUA, ormas Islam lain, dan para dai setempat,” sebagaimana tertuang dalam hasil diskusi.
Selain fokus pada pembinaan keagamaan, PCM Pattallassang juga menaruh perhatian pada pemberdayaan ekonomi umat. Hal itu diwujudkan melalui tindak lanjut Program Integrated Farming System (IFS) yang sebelumnya telah dirintis bersama berbagai mitra.
Dalam dokumen hasil diskusi disebutkan bahwa program tersebut akan direalisasikan melalui kerja sama produktif dengan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) dan berbagai pihak lainnya. PCM Pattallassang menilai kolaborasi tersebut dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.
Forum juga menyoroti pentingnya pelayanan sosial kemasyarakatan melalui pembentukan Tim Penyelenggara Jenazah. Tim tersebut direncanakan hadir di setiap ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah agar mampu memberikan layanan yang cepat, terampil, dan siap siaga ketika dibutuhkan masyarakat.
Hasil diskusi menunjukkan bahwa PCM Pattallassang ingin memperluas peran dakwah tidak hanya melalui ceramah dan pengajian, tetapi juga melalui pelayanan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Organisasi ini juga menilai kolaborasi lintas unsur Muhammadiyah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program-program tersebut.
PCM Pattallassang turut mendorong keterlibatan aktif seluruh kader, pimpinan, dan simpatisan dalam menjalankan agenda yang telah disepakati. Forum menegaskan bahwa keberhasilan dakwah membutuhkan kerja kolektif dari seluruh elemen persyarikatan.
“Mari satukan derap langkah, rapatkan barisan, dan ambil peran masing-masing. Dakwah ini tidak akan besar oleh satu orang, tapi akan berdampak luas jika digerakkan bersama-sama,” demikian ajakan yang disampaikan dalam hasil forum silaturahmi tersebut.
Melalui lima program strategis tersebut, PCM Pattallassang berharap gerakan dakwah Muhammadiyah di wilayah Pattallassang semakin terarah, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program-program itu juga menjadi tindak lanjut konkret dari semangat Iduladha 1447 Hijriah untuk memperkuat ukhuwah, pelayanan, dan kemajuan umat.







Tinggalkan Balasan