GOWA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gowa bersama pemerintah memperkuat komitmen membangun pendidikan unggul, berkarakter, dan berkemajuan melalui Diskusi Panel bertema Sinergi Muhammadiyah dan Pemerintah dalam Rangka Pendidikan Unggul, Berkarakter, dan Berkemajuan di Kabupaten Gowa. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026, dalam rangka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PDM Gowa di Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Kelautan, Perikanan, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPPMPV KPTK), Pattallassang, Kabupaten Gowa.
Diskusi menghadirkan Wakil Ketua PDM Gowa Basri B., S.Pd. Dg. Mattayang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa H. Jamaris, S.Ag., M.H., serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Gowa, Firdaus, S.Pd., M.Pd., M.M. Kegiatan diikuti para Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PCM, serta kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Gowa sebagai forum menyusun langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan Muhammadiyah.
Dalam pemaparannya, Firdaus menegaskan pemerintah tidak dapat menjalankan tugas mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa dukungan organisasi masyarakat, termasuk Muhammadiyah yang selama ini menjadi salah satu pengelola pendidikan terbesar di Indonesia. Menurutnya, Muhammadiyah telah lama berkontribusi menjawab keterbatasan pemerintah dalam penyediaan layanan pendidikan.
“Kami menyadari bahwa untuk saat ini, beban pemerintah tentang upaya mencerdaskan kehidupan bangsa itu tidak bisa ditanggung sendiri. Maka Alhamdulillah Muhammadiyah hadir di sana, menjawab keterbatasan pemerintah,” kata Firdaus.
Ia juga mengajak warga Muhammadiyah mengembalikan kejayaan sekolah-sekolah Muhammadiyah sebagaimana pernah terjadi pada masa lalu. Menurutnya, upaya tersebut harus dimulai dari komitmen internal dengan menjadikan sekolah Muhammadiyah sebagai pilihan utama bagi anak-anak warga persyarikatan, bukan sekadar pilihan terakhir.
“Jadi kita bukan memulai, kita mengembalikan kejayaannya persekolahan Muhammadiyah,” ujar Firdaus.
Firdaus menilai pembentukan karakter harus menjadi keunggulan utama sekolah Muhammadiyah. Ia berpandangan masyarakat kini semakin mempertimbangkan pendidikan karakter ketika memilih sekolah bagi anak-anak mereka sehingga Muhammadiyah memiliki peluang besar apabila mampu mengintegrasikan mutu akademik dengan pembinaan akhlak.
“Unggul akademiknya, bagus adabnya. Barulah kita bisa menuju ke arah pendidikan yang berkemajuan,” tegas Firdaus.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa H. Jamaris menyampaikan Muhammadiyah merupakan organisasi yang paling banyak mengelola satuan pendidikan di Kabupaten Gowa. Karena itu, menurutnya, kualitas pendidikan Muhammadiyah akan sangat menentukan kualitas pendidikan keagamaan secara keseluruhan di daerah tersebut.
Ia menjelaskan Kementerian Agama memiliki ketergantungan besar terhadap kemajuan lembaga pendidikan Muhammadiyah. Karena jumlah sekolah dan madrasah yang dikelola Muhammadiyah sangat banyak, peningkatan mutu di lingkungan persyarikatan akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di bawah pembinaan Kementerian Agama.
“Kalau pendidikan yang dikelola Muhammadiyah maju, maka secara otomatis sebenarnya tanggung jawab pendidikan di Kementerian Agama sudah sangat terbantu,” ujar Jamaris.
Dalam kesempatan itu, Jamaris juga mendorong Muhammadiyah menghadirkan sekolah unggulan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, tren saat ini menunjukkan masyarakat lebih memilih sekolah agama yang memiliki kualitas akademik tinggi dibanding sekolah umum biasa, bahkan meski harus membayar biaya pendidikan lebih besar.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penguatan pendidikan karakter, komitmen kebangsaan, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup di lingkungan sekolah. Ia menilai ketiga aspek tersebut menjadi tantangan besar pendidikan Indonesia yang harus dijawab melalui kolaborasi antara pemerintah dan organisasi pendidikan seperti Muhammadiyah.
Menutup diskusi, Wakil Ketua PDM Gowa Basri B. Dg. Mattayang menegaskan Rakorda menjadi momentum mempercepat lahirnya sekolah Muhammadiyah unggulan di Kabupaten Gowa. Ia menjelaskan Majelis Dikdasmen & PNF PDM Gowa telah memetakan sejumlah sekolah yang dipersiapkan menjadi sekolah unggulan dengan memperkuat tata kelola, kualitas kepala sekolah, sumber daya manusia, serta layanan pembelajaran berbasis teknologi.
Basri juga memaparkan bahwa pengangkatan kepala sekolah Muhammadiyah ke depan akan semakin berbasis kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, dan proses seleksi sesuai regulasi Persyarikatan. Langkah tersebut diharapkan melahirkan pemimpin sekolah yang mampu membawa amal usaha Muhammadiyah menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berkemajuan.
Setelah seluruh panelis menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama para peserta. Berbagai masukan mengenai pengembangan sekolah unggulan, penguatan kepemimpinan pendidikan, peningkatan kualitas guru, hingga penyelesaian persoalan aset sekolah menjadi pembahasan utama. Hasil diskusi tersebut akan menjadi bahan penyusunan program strategis Majelis Dikdasmen & PNF PDM Gowa dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah guna mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul, berkarakter, dan berkemajuan di Kabupaten Gowa.







Tinggalkan Balasan