Milad NA Ke-95, PDNA Gowa Awali Pesona Kemah Kader dengan Turnamen Badminton

GOWA — Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Gowa membuka kegiatan Pesona (Pelatihan, Edukasi, dan Olahraga Nasyiah) Kemah Kader dengan menggelar turnamen badminton di Lapangan Bulu Tangkis Wingtanon, Limbung, Ahad, 28 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari semarak Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-95 bertema “Srikandi Penjaga Peradaban”.

Turnamen badminton diikuti 16 tim yang berasal dari 10 Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) se-Gowa, utusan organisasi otonom Muhammadiyah tingkat daerah, satu tim Ikatan Guru TK ABA (IGABA) Gowa, dan satu tim dari Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan memperkuat silaturahmi sekaligus kaderisasi di kalangan perempuan muda Muhammadiyah.

Ketua Panitia, Miftahul Ulya, mengatakan turnamen badminton merupakan segmen olahraga dari rangkaian Pesona Kemah Kader. Menurut dia, kegiatan pelatihan dan edukasi akan dilaksanakan pada kemah kader di Hutan Pinus Moncong Sipolong, Bissoloro, pada 1–3 Juli 2026.

“Pesona itu adalah Pelatihan, Edukasi, dan Olahraga Nasyiah. Nah, di kegiatan hari ini, di prosesi pembukaan itu adalah segmen olahraganya, yaitu turnamen badminton,” kata Miftahul Ulya.

Miftahul menjelaskan, rangkaian kemah kader nanti akan menghadirkan pelatihan digital marketing dan edukasi kesehatan mental (mental health). Ia menyebut seluruh pemateri telah dipastikan hadir dan kegiatan akan dirangkaikan dengan resepsi Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-95 tingkat Kabupaten Gowa.

“Insya Allah untuk kegiatan pelatihan dan edukasi, itu kita akan laksanakan di kegiatan kemah kader nanti di Hutan Pinus Moncong Sipolong di Bissoloro pada tanggal 1 sampai 3 Juli 2026,” ujarnya.

Ketua PDNA Gowa, Magfirah, menyampaikan apresiasi atas partisipasi peserta yang mencapai sekitar 50 persen dari total 20 PCNA yang terdaftar di Kabupaten Gowa. Ia menilai antusiasme tersebut menunjukkan kegiatan olahraga dan kaderisasi sangat dinantikan kader Nasyiatul Aisyiyah.

“Kita sangat bersyukur karena 50 persen itu sudah berpartisipasi dengan kesibukan teman-teman. Usia Nasyiah ini adalah usia produktif, tetapi tetap banyak yang hadir dan berpartisipasi,” kata Magfirah.

Magfirah menegaskan kaderisasi tidak hanya berlangsung di ruang diskusi atau forum formal. Menurut dia, lapangan badminton juga menjadi ruang pembinaan kader, penguatan silaturahmi, dan penggerak organisasi.

“Pengkaderan itu tidak hanya hadir di ruang-ruang diskusi, tidak hanya hadir di ruang-ruang formal, tetapi bahkan di lapangan badminton ini adalah sebuah kaderisasi untuk kita semua,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh kader mengikuti kemah kader di Bissoloro pada 1–3 Juli 2026. Menurutnya, panitia telah menyiapkan berbagai kegiatan pelatihan dan edukasi yang akan menjadi bagian dari penguatan kapasitas kader perempuan muda.

Perwakilan PWNA Sulawesi Selatan, Mujahidatul Khaerat, menilai PDNA Gowa menjadi salah satu tolak ukur pergerakan Nasyiatul Aisyiyah di daerah lain. Ia menyebut program seperti pelatihan paralegal, turnamen badminton, dan kemah kader mendapat perhatian dari pimpinan daerah lain di Sulawesi Selatan.

Wakil Ketua DPRD Gowa, Tyna Haji Tino Dg Mawangi, menyampaikan dukungan kepada seluruh peserta. Ia berharap para peserta dapat bertanding dengan semangat dan meraih hasil terbaik.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gowa, H. Muslimin B, yang membuka kegiatan menekankan pentingnya keikhlasan dalam berorganisasi dan beribadah. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga salat dan memuliakan perempuan sebagai bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan Pesona Kemah Kader merupakan rangkaian semarak Milad Nasyiatul Aisyiyah ke-95. Sebelumnya, PDNA Gowa telah menggelar pelatihan paralegal pada 19–20 Juni 2026 di Hotel Almadera, dan akan melanjutkan rangkaian acara dengan kemah kader serta puncak resepsi milad tingkat daerah Kabupaten Gowa pada awal Juli 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *