GOWA — Sebanyak 51 peserta didik dari tiga Taman Kanak-Kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) di bawah naungan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Pallangga mengikuti Pentas Seni dan Pelepasan Tahun Pelajaran 2025–2026 di Wisata Pantai Sampulungan, Galesong, Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk apresiasi atas capaian peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan usia dini sekaligus menampilkan hasil pembelajaran mereka kepada orang tua dan masyarakat.
Acara tersebut melibatkan TK ABA Cambaya, TK ABA Biring Balang, dan TK ABA Bunayya Tacciri. Selain prosesi pelepasan, peserta didik menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari tari tradisional, pembacaan ayat dan hadis pilihan, hafalan surah pendek, hingga menyanyikan lagu-lagu pilihan sebagai hasil pembinaan selama menempuh pendidikan di TK ABA.
Ketua Panitia Mantasia S.Pd. melaporkan bahwa jumlah peserta didik yang dilepas tahun ini mencapai 51 orang. Rinciannya, TK ABA Cambaya melepas 23 murid, TK ABA Biring Balang 18 murid, dan TK ABA Bunayya Tacciri 10 murid yang telah dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar.
“TK ABA Cambaya melepas sebanyak 23 murid, TK ABA Biring Balang sebanyak 18 murid, dan TK ABA Bunayya Tacciri sebanyak 10 murid yang telah dinyatakan lulus dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar,” kata Mantasia dalam laporannya.
Ia menjelaskan bahwa pentas seni menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena memberikan ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan yang telah diasah selama belajar. Menurutnya, berbagai penampilan yang disajikan merupakan hasil kerja sama antara guru, orang tua, dan peserta didik.
Ketua Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (PAUD Dasmen) PCA Pallangga, Dr. Umi Haerati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa TK ABA memiliki peran strategis dalam mencetak kader-kader Aisyiyah dan Muhammadiyah sejak usia dini. Ia menilai pendidikan anak usia dini menjadi fondasi penting dalam membangun karakter generasi masa depan.
“Kami sangat bergembira dan merasa senang hadir di tempat ini karena kita akan melahirkan kader-kader sejati Aisyiyah dan Muhammadiyah,” ujar Umi Haerati.
Dalam kesempatan itu, Umi Haerati juga mengajak peserta didik untuk berani memiliki cita-cita tinggi tanpa batasan profesi. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah dan Aisyiyah hadir di berbagai bidang kehidupan sehingga anak-anak memiliki peluang luas untuk berkembang sesuai minat dan bakatnya.
“Ananda Muhammadiyah dan Aisyiyah tidak dibatasi mau jadi apa. Yang mau jadi guru, dokter, pilot, presiden, atau profesi lainnya silakan, karena Muhammadiyah ada di seluruh bidang kehidupan,” tuturnya.
Perwakilan Yayasan PCA Pallangga, Mardianti, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan tahun ini menjadi momentum pertama penyelenggaraan pentas seni dan pelepasan secara bersama-sama antara tiga TK ABA di bawah PCA Pallangga. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan berkembang lebih baik pada tahun-tahun mendatang.
Mardianti juga memaparkan perkembangan lembaga pendidikan yang berada di bawah PCA Pallangga. Ia menyebut TK ABA Cambaya telah berdiri sejak 2 Januari 1990 dan melahirkan ratusan alumni, sementara TK ABA Biring Balang berdiri pada 13 Juli 2009. Adapun TK ABA Bunayya resmi bergabung dalam pengelolaan PCA Pallangga pada 14 Juli 2024.
“Kami sudah melihat hasil didikan guru-guru kami yang dipersembahkan hari ini, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hafalan ayat kursi, hadis, hingga doa-doa harian. Inilah hasil pendidikan di TK Aisyiyah,” kata Mardianti.
Ketua PCA Pallangga, Hj. Sitti Khadijah, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pelepasan peserta didik bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi terhadap proses pendidikan yang telah dijalani anak-anak. Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru yang tetap berkomitmen mendidik meski menghadapi berbagai keterbatasan fasilitas dan kesejahteraan.
Menurut Sitti Khadijah, pihak yayasan terus berupaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru. Ia menjelaskan bahwa PCA Pallangga secara rutin menghimpun dukungan untuk membantu guru-guru yang belum memperoleh sertifikasi pendidik.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gowa, Hj. Hasrah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru, dan orang tua yang telah berkolaborasi membangun karakter anak sejak usia dini. Ia menilai TK ABA bukan hanya tempat belajar dan bermain, tetapi juga ruang pembentukan karakter Islami dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Hasrah mengingatkan para orang tua agar tetap mendampingi anak-anak setelah memasuki jenjang sekolah dasar. Ia menekankan pentingnya pengawasan penggunaan gawai agar pendidikan karakter dan nilai-nilai yang telah ditanamkan di sekolah tidak tergerus oleh pengaruh negatif teknologi.
“Penamatan hari ini bukan akhir dari proses pendidikan anak-anak kita. Terus dampingi mereka dan perkuat pendidikan agamanya agar tidak dikalahkan oleh pengaruh gadget,” ujar Hasrah.
Perwakilan orang tua peserta didik TK ABA Cambaya, Rifqah Nur, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh guru yang telah membimbing anak-anak selama menempuh pendidikan. Ia menilai perkembangan kemandirian, kepercayaan diri, dan kemampuan sosial peserta didik merupakan buah dari kesabaran dan dedikasi para pendidik.
Rifqah juga berharap pengalaman belajar di TK ABA menjadi fondasi yang kuat bagi anak-anak dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Menurutnya, perpisahan tersebut bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk menghadapi tantangan baru di sekolah dasar.
Kegiatan Pentas Seni dan Pelepasan TK ABA se-Cabang Pallangga ditutup dengan harapan agar para lulusan dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak mulia, serta menjadi kader Aisyiyah dan Muhammadiyah yang mampu memberikan kontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat di masa depan.







Tinggalkan Balasan