Musyawarah Cabang Pemuda Muhammadiyah Bontomarannu

Musycab PCPM Bontomarannu Tetapkan Kepengurusan Baru

BONTOMARANNU — Musyawarah Cabang (Musycab) Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Bontomarannu menetapkan Rivai Karim sebagai Ketua PCPM Bontomarannu periode 2024–2028. Musyawarah yang berlangsung di Desa Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Senin, 1 Juni 2026, tersebut menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah gerakan kepemudaan Muhammadiyah untuk lima tahun ke depan.

Selain memilih kepengurusan baru, Musycab yang mengusung tema “Tumbuh dan Mengakar untuk Bontomarannu Maju” itu juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat kaderisasi, dakwah Islam Berkemajuan, dan kontribusi sosial Pemuda Muhammadiyah di tingkat kecamatan.

Berdasarkan hasil rapat formatur, Rivai Karim dipercaya sebagai Ketua Umum PCPM Bontomarannu. Formatur juga menetapkan Muh Tesar Syarif sebagai Sekretaris Umum dan Ahmad Rais Tomo sebagai Bendahara Umum untuk masa bakti 2024–2028.

Penetapan tersebut dilakukan setelah peserta Musycab memilih sembilan anggota formatur yang diberikan mandat untuk menyusun kepengurusan baru. Proses musyawarah berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan demokratis dengan mempertimbangkan kapasitas kepemimpinan, pengalaman organisasi, serta komitmen terhadap dakwah dan kaderisasi.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Gowa, Arifuddin Abbas, mengatakan Musycab harus dimaknai sebagai momentum memperkuat organisasi sekaligus gerakan Pemuda Muhammadiyah.

“Musycab ini harus menjadi ruang konsolidasi organisasi dan konsolidasi gerakan. Pemuda Muhammadiyah harus hadir sebagai pelopor dalam menyebarkan paham Islam Berkemajuan, Islam wasathiyah atau Islam tengahan yang moderat, serta mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa,” ujar Arifuddin.

Menurut Arifuddin, penguatan struktur organisasi harus berjalan seiring dengan penguatan gerakan dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Ia menilai kader Pemuda Muhammadiyah memiliki peran penting dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Arifuddin juga mengingatkan bahwa sejarah gerakan Pemuda Muhammadiyah di Kecamatan Bontomarannu berawal dari Desa Pakatto. Karena itu, ia meminta kader muda menjaga dan melanjutkan semangat perjuangan para pendahulu.

“Gerakan Pemuda Muhammadiyah di Bontomarannu dimulai dari Pakatto. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga semangat perjuangan tersebut dan mengembangkannya agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Pakatto, Basir, S.E., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musycab di wilayahnya. Ia berharap kepengurusan baru dapat membangun sinergi yang lebih kuat dengan pemerintah desa dalam berbagai program kemasyarakatan.

“Kami berharap ke depan terbangun kolaborasi yang baik antara Desa Pakatto dan Pemuda Muhammadiyah Bontomarannu dalam berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kepemudaan, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan,” tutur Basir.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bontomarannu, Syahrir Arfan, juga berharap kepengurusan baru mampu menjadi motor penggerak perkembangan Muhammadiyah di tingkat kecamatan. Menurutnya, kader Pemuda Muhammadiyah harus hadir dengan gagasan dan aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami berharap Pemuda Muhammadiyah menjadi penggagas gerakan Muhammadiyah di tingkat Kecamatan Bontomarannu. Pemuda harus hadir dengan ide, gagasan, dan aksi nyata yang mampu menggerakkan persyarikatan serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peran strategis Pemuda Muhammadiyah sangat dibutuhkan untuk memperkuat eksistensi Muhammadiyah di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Terpilihnya Rivai Karim disambut antusias oleh peserta Musycab dan kader yang hadir. Mereka berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta memperluas peran Pemuda Muhammadiyah dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan berakhirnya Musycab, PCPM Bontomarannu memasuki babak baru kepemimpinan. Kepengurusan yang baru diharapkan mampu melanjutkan estafet perjuangan organisasi serta merealisasikan berbagai rekomendasi Musycab guna memperkuat peran Pemuda Muhammadiyah sebagai pelopor perubahan dan mitra strategis pembangunan masyarakat di Kecamatan Bontomarannu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *