NA Gowa Hadirkan Ruang Ramah Anak dalam Pelatihan Paralegal

Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kabupaten Gowa menegaskan komitmennya sebagai organisasi perempuan muda yang ramah anak dengan menghadirkan ruang yang mendukung partisipasi ibu dalam setiap kegiatan. Komitmen tersebut tampak dalam Pelatihan Paralegal yang digelar di Hotel Almadera, Jumat–Sabtu, 19–20 Juni 2026, ketika sejumlah peserta membawa serta anak-anak mereka ke lokasi kegiatan.

Kehadiran anak-anak dalam forum pelatihan menjadi bagian dari upaya NA memastikan perempuan tetap dapat mengembangkan kapasitas diri tanpa terkendala peran domestik. Melalui pendekatan tersebut, organisasi berupaya mewujudkan konsep Keluarga Muda Tangguh yang selama ini menjadi salah satu identitas gerakannya.

Ketua Departemen Kesehatan dan Lingkungan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Gowa sekaligus fasilitator pelatihan, Nurbaya, S.ST., M.Keb., mengatakan pemandangan anak-anak yang hadir dalam kegiatan organisasi merupakan hal yang lazim di lingkungan NA.

“Inilah yang terlihat ketika pelatihan atau kegiatan yang dilaksanakan oleh NA. Selalu terlihat anak-anak di dalam kegiatan,” kata Nurbaya saat mendampingi salah satu pemateri dalam pelatihan tersebut.

Menurut Nurbaya, kehadiran anak-anak di lokasi kegiatan mencerminkan upaya organisasi untuk menciptakan lingkungan yang inklusif bagi perempuan muda. Dengan demikian, kader tetap dapat mengikuti agenda pengembangan kapasitas tanpa harus meninggalkan tanggung jawab pengasuhan.

Ia menegaskan bahwa NA berupaya memastikan setiap kader memperoleh kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam berbagai program organisasi. Karena itu, kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dirancang agar tetap ramah terhadap kebutuhan keluarga, terutama bagi peserta yang telah memiliki anak.

“Anak-anak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan kami. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa perempuan tetap bisa aktif berorganisasi,” ujar Nurbaya.

Ketua PDNA Gowa, Magfirah, S.Pd., M.Pd.Gr., menyampaikan bahwa keterlibatan kader dalam berbagai kegiatan organisasi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab mereka di dalam keluarga. Menurutnya, kedua peran tersebut tidak perlu dipertentangkan.

“Ini merupakan peran kader yang mengikuti kegiatan tanpa melupakan peran sebagai ibu,” kata Magfirah.

Magfirah menjelaskan bahwa pendekatan ramah anak yang diterapkan NA merupakan bentuk dukungan organisasi terhadap kader perempuan. Ia menilai perempuan perlu memperoleh ruang untuk belajar, berjejaring, dan meningkatkan kompetensi tanpa harus mengabaikan peran pengasuhan.

Pelatihan Paralegal yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi salah satu contoh penerapan kebijakan ramah anak di lingkungan NA. Selain meningkatkan kapasitas peserta dalam isu hukum dan pendampingan masyarakat, kegiatan itu juga menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung keterlibatan perempuan secara aktif dan berkelanjutan.

Melalui pendekatan tersebut, PDNA Gowa berharap semakin banyak perempuan muda yang terdorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan organisasi dan pengembangan diri. Pada saat yang sama, organisasi ingin memastikan bahwa peran sebagai ibu tetap mendapat ruang dan dukungan yang memadai dalam setiap agenda yang dijalankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *