Majelis Tabligh dan Dakwah Komunitas (MTDK) menggelar rapat koordinasi di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Gowa, Kamis, 14 Februari 2026. Rapat yang dihadiri 35 anggota MTDK itu membahas evaluasi program, pembentukan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah, penjadwalan khatib tahun 2027, pembinaan anggota, hingga persiapan Pengajian Terpadu Mei 2026.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari penguatan gerakan dakwah Muhammadiyah di Kabupaten Gowa. Melalui forum itu, MTDK berupaya menyusun langkah strategis untuk meningkatkan kualitas mubaligh, memperluas jangkauan dakwah komunitas, serta memperkuat koordinasi internal antaranggota.
Ketua MTDK PDM Gowa membuka rapat dengan mengkaji sejumlah ayat Al-Qur’an, yakni Surah Muhammad ayat 7, Surah Al-Hajj ayat 40, dan Surah Ghafir ayat 51. Kajian tersebut menjadi pengantar sekaligus penguatan spiritual bagi peserta sebelum memasuki agenda pembahasan program kerja.
Dalam rapat itu, Koordinator MTDK PDM Gowa, Dr. Muhammad Rizal, S.Pd., M.Pd.I., menekankan pentingnya karakteristik khutbah Muhammadiyah yang mampu menjawab kebutuhan umat secara aktual dan mencerahkan. Ia juga mengajak para mubaligh untuk memperkuat solidaritas dakwah melalui gerakan infaq internal.
“Karakter khutbah Muhammadiyah harus membawa pencerahan, berbasis dalil yang kuat, dan mampu menjawab persoalan umat hari ini,” kata Muhammad Rizal dalam pemaparannya.
Ia juga mendorong program “Infaq Mubaligh untuk Mubaligh” sebagai langkah kolektif menjaga keberlangsungan dakwah di daerah. Menurutnya, dukungan finansial dari sesama mubaligh dapat membantu penguatan program pembinaan dan aktivitas dakwah di lapangan.
“Gerakan infaq ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi bentuk komitmen bersama untuk menjaga kesinambungan dakwah Muhammadiyah,” ujar Rizal.
Selain itu, forum rapat membahas evaluasi program kerja MTDK selama beberapa bulan terakhir. Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat capaian program sekaligus mengidentifikasi hambatan yang masih dihadapi para mubaligh dalam menjalankan aktivitas dakwah di masyarakat.
Secara tidak langsung, Rizal menjelaskan bahwa evaluasi diperlukan agar program MTDK lebih terarah dan tepat sasaran. Ia menilai penguatan koordinasi internal menjadi salah satu kunci agar kegiatan dakwah berjalan lebih efektif di tingkat cabang dan ranting.
Agenda lain yang menjadi perhatian peserta ialah pembentukan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah yang direncanakan berasal dari anggota-anggota MTDK. Pembentukan lembaga tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan dakwah Muhammadiyah di berbagai komunitas sosial masyarakat.
Para peserta rapat juga membahas penjadwalan khatib untuk tahun 2027. Penyusunan jadwal dilakukan lebih awal agar distribusi mubaligh di berbagai masjid Muhammadiyah di Kabupaten Gowa dapat berjalan tertib dan merata.
Dalam forum itu, MTDK turut menyepakati program pembinaan khusus bagi anggota yang dijadwalkan berlangsung satu kali setiap bulan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas mubaligh, baik dalam aspek materi dakwah, teknik penyampaian khutbah, maupun penguatan pemahaman keislaman.
Secara tidak langsung, pengurus MTDK menilai pembinaan rutin penting dilakukan untuk menjaga kualitas kader dakwah Muhammadiyah. Mereka berharap para mubaligh mampu menyesuaikan metode dakwah dengan perkembangan sosial masyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai tarjih Muhammadiyah.
Rapat juga membahas persiapan pelaksanaan Pengajian Terpadu yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026. Kegiatan itu direncanakan melibatkan unsur Muhammadiyah di Kabupaten Gowa sebagai forum penguatan ukhuwah sekaligus syiar dakwah persyarikatan.
Melalui rapat koordinasi tersebut, MTDK PDM Gowa berharap seluruh program dakwah yang telah dirancang dapat berjalan lebih terstruktur dan berkesinambungan. Pengurus juga menargetkan penguatan pembinaan mubaligh dan pembentukan LDK Muhammadiyah mampu memperluas peran dakwah Muhammadiyah di tengah masyarakat.







Tinggalkan Balasan