Pengajian Rutin PCM Borimatangkasa Bahas Tahsin Surah Alfatihah

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Borimatangkasa kembali menggelar pengajian rutin bertema “Tahsinul Qira’at Surah Alfatihah” di Masjid Nurul Khairat Tamala’lang, Ahad, 10 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung setelah salat Magrib itu menghadirkan Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa, Ust. Munawir Muhammad, Lc, sebagai pemateri utama.

Pengajian tersebut merupakan hasil kerja sama PCM Borimatangkasa dengan Pengurus Masjid Nurul Khairat Tamala’lang. Kegiatan diikuti unsur pimpinan cabang, pimpinan ranting, organisasi otonom (Ortom), pengurus masjid, hingga jamaah setempat sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar Islam, mempererat silaturahmi, dan menghidupkan fungsi masjid di wilayah Borimatangkasa.

Dalam materinya, Ust. Munawir Muhammad menekankan pentingnya membaca Surah Alfatihah dengan baik dan benar karena menjadi rukun utama dalam salat. Ia menyebut kesalahan bacaan dalam Surah Alfatihah dapat memengaruhi kesempurnaan ibadah seorang Muslim.

“Surah Alfatihah adalah bacaan yang wajib dalam setiap rakaat salat. Karena itu, umat Islam perlu terus memperbaiki makhraj dan tajwid agar bacaan salat menjadi lebih baik,” kata Ust. Munawir Muhammad di hadapan jamaah pengajian.

Sekretaris PCM Borimatangkasa, Jaharuddin Nai, menjelaskan pengajian rutin tersebut dilaksanakan dua kali setiap bulan, yakni pada Ahad kedua dan Ahad keempat setelah salat Magrib. Kegiatan itu dilaksanakan secara bergilir dari masjid ke masjid di wilayah PCM Borimatangkasa.

“Pengajian rutin ini menjadi sarana syiar Islam sekaligus mempererat hubungan antarkader Muhammadiyah dan masyarakat,” kata Jaharuddin Nai.

Ia menjelaskan, selain menjadi media dakwah, pengajian rutin tersebut juga bertujuan menguatkan semangat berorganisasi di lingkungan Muhammadiyah. Menurut dia, kegiatan yang berpindah-pindah lokasi itu diharapkan mampu menghidupkan suasana masjid dan meningkatkan partisipasi jamaah dalam kegiatan keagamaan.

Jaharuddin menambahkan, PCM Borimatangkasa berupaya menjaga konsistensi pelaksanaan pengajian agar masyarakat memiliki ruang belajar agama yang berkelanjutan. Ia juga menilai keterlibatan pimpinan ranting, Ortom, dan pengurus masjid menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan kegiatan tersebut.

Setelah pengajian berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dan bincang santai antarjamaah. Suasana keakraban terlihat saat peserta saling berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai pentingnya menjaga tradisi pengajian rutin di tengah masyarakat.

PCM Borimatangkasa berharap kegiatan pengajian rutin tersebut terus mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan jamaah masjid. Melalui agenda yang dilaksanakan secara berkala itu, PCM Borimatangkasa menargetkan penguatan dakwah, peningkatan kualitas ibadah, serta terbangunnya ukhuwah Islamiyah yang lebih erat di lingkungan masyarakat Borimatangkasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *