Kabupaten Gowa — Puluhan siswa Madrasah Aliyah (MA) Aisyiyah Sungguminasa mengikuti kegiatan Perkemahan Sabtu Ahad (Petuah) yang digelar Pandu Hizbul Wathan di Lapangan Dakwah Muhammadiyah Gowa, Mawang, pada Jumat–Sabtu, 9–10 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan karakter siswa melalui pendidikan kepanduan yang menitikberatkan pada kepemimpinan, kemandirian, dan ketangguhan mental.
Perkemahan itu dibuka langsung oleh Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Sulawesi Selatan, H. Syahrir Rajab. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengikuti sejumlah agenda pembinaan yang dipandu instruktur dari Dewan Sugli Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kabupaten Gowa guna membangun disiplin, kerja sama, serta kemampuan mengambil keputusan.
Syahrir Rajab menegaskan bahwa sekolah tidak cukup hanya mencetak siswa berprestasi secara akademik. Menurut dia, pendidikan juga harus melahirkan generasi muda yang memiliki integritas dan daya saing di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.
“Sekolah tidak cukup hanya melahirkan siswa yang cerdas secara akademik. Yang lebih penting adalah melahirkan pemuda yang tangguh, mandiri, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ujar Syahrir saat membuka kegiatan perkemahan.
Ia juga menilai gerakan kepanduan Hizbul Wathan masih relevan sebagai sarana kaderisasi generasi muda Muhammadiyah. Menurutnya, kegiatan lapangan seperti perkemahan mampu membentuk karakter siswa melalui pengalaman langsung yang tidak diperoleh di ruang kelas.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti latihan kepemimpinan, kerja tim, serta pembinaan mental dan spiritual. Tim instruktur memberikan berbagai simulasi dan permainan edukatif yang dirancang untuk melatih ketahanan diri serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara kolektif.
Pihak madrasah menilai kegiatan ekstrakurikuler menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan. MA Aisyiyah Sungguminasa, kata pihak sekolah, tidak menempatkan kegiatan kepanduan sekadar pelengkap, melainkan sebagai strategi membangun madrasah unggul berbasis karakter.
Selain pembinaan disiplin, peserta juga dilatih membangun kepedulian sosial dan kemampuan berorganisasi. Para siswa tampak aktif mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di area perkemahan dengan suasana kebersamaan dan semangat gotong royong.
“Melalui Hizbul Wathan, kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga mampu hadir di tengah masyarakat dengan karakter yang kuat,” ujar salah seorang pembina kegiatan.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang penguatan nilai-nilai kepanduan Muhammadiyah di kalangan pelajar. Di tengah dominasi budaya digital dan kecenderungan individualisme, pendekatan pendidikan berbasis aktivitas lapangan dinilai mampu menanamkan nilai tanggung jawab dan solidaritas sosial.
Salah seorang peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru selama mengikuti Perkemahan Petuah. “Kami belajar bekerja sama, disiplin, dan saling membantu. Kegiatannya melelahkan, tetapi menyenangkan dan memberi banyak pelajaran,” katanya.
Perkemahan Petuah yang digelar Pandu Hizbul Wathan itu diharapkan dapat menjadi agenda pembinaan rutin bagi pelajar Muhammadiyah di Kabupaten Gowa. Melalui kegiatan tersebut, madrasah berharap lahir generasi muda yang berakhlak, tangguh, dan siap menghadapi tantangan masa depan.







Tinggalkan Balasan